Home ~ Kisah Inspirasi ~

Semut dan Belalang

Semut dan Belalang

10 Nov 2009

Blog Cerita Inspirasi Kategori Kisah Inspirasi

SemutPada suatu hari dunia serangga hiduplah Semut dan Belalang. Semut adalah sosok yang rajin. Pada musim panas ia bekerja keras sekuat tenaga. Kegagalan demi kegagalan ia dapati, tetapi semut tidak menyerah. Akhirnya semut pun berhasil mendirikan banyak perusahaan dan mengumpulkan banyak uang. Uang-uang tersebut hanya ia gunakan sebatas keperluan saja, sehingga tabungan dan depositonya pun menumpuk di bank.

Belalang juga sosok yang rajin. Ia juga seorang pekerja keras. Tetapi ia jarang menabung. Seluruh uangnya dihabiskan begitu saja untuk memuaskan keinginannya. Belalang juga sering mentertawakan prinsip Semut tersebut. “Hidup hanya sekali, maka dinikmati saja!” katanya.
Beberapa bulan kemudian, saat musim dingin tiba semua sektor pertanian harus berhenti. Salju turun terus menerus setiap hari. Krisis ekonomi pun mulai melanda negeri serangga. Selanjutnya dapat di tebak, bisnis Belalang juga ikut jatuh. Belalang menjadi miskin dan mulai hidup di jalanan.

Tetapi Belalang adalah serangga cerdas. Dengan perencanaan yang matang, Belalang mulai menulis di koran-koran tentang bagaimana mewahnya kehidupan si Semut sementara ada serangga-serangga lain termasuk Belalang yang sedang kelaparan. Dengan bantuan mantan rekan-rekan bisnisnya, Belalang menggelar konferensi pers dengan tema “Kenapa di negeri yang kaya ini masih ada Belalang yang kelaparan?” Semua wacana yang ia buat saat konferensi pers tersebut ditujukan untuk menyerang kaum kapitalis termasuk si Semut.

SSTI, SSTV, dan beberapa TV swasta lain mulai mengangkat kehidupan Belalang dengan menampilkan video kehidupan Belalang yang memprihatinkan separuh layar, kemudian pada separuh layar yang lain ditampilkan kehidupan Semut yang penuh kemewahan. Bahkan, Jangkrik Fals seorang penyanyi terkenal – juga ikut mendukung gerakan Belalang. Pada berbagai acara televisi jangkrik menyanyikan lagu “Tidak mudah menjadi hijau”.

Dalam sebuah wawancara di program televisi yang cukup terkenal Seribu Mata, Ketua DPS (Dewan Perwakilan Serangga) Nyamuk Alie menyatakan bahwa ia sangat simpati dengan hal ini. Akhirnya sidang DPS pun digelar dan mereka memutuskan untuk menaikkan pajak pada serangga-serangga yang sangat kaya, termasuk Semut.

Tetapi gerakan si Belalang tidak berhenti sampai di sini saja, berbagai usaha ia lakukan lagi agar dapat mengakuisisi seluruh kekayaan Semut. Belalang juga mulai berteriak di berbagai media bahwa Perusahaan-perusahaan milik Semut adalah biang utama kemiskinan di negara serangga. Sekali lagi, usaha ini didukung oleh banyak pihak termasuk pers. Pemerintah pun geram, seluruh kekayaan Semut di sita oleh negara. Separuh perusahaan milik Semut termasuk rumah mewahnya diberikan kepada Belalang. Belalang yang saat ini telah dianggap sebagai “Pahlawan Kemiskinan” dianggap lebih pantas mengelola itu semua.

Akhirnya beberapa bulan kemudian musim dingin pun berakhir. Belalang mulai keblinger dengan kekayaan. Ia mulai terjerat narkoba, perusahaannya pun bangkrut satu per satu. Akhirnya Belalang jatuh miskin. Tidak ada yang mengenalinya saat Belalang tewas di pinggir jalan akibat overdosis. Lalu bagaimana dengan Semut? tidak ada kabar yang pasti tentang ini. Beberapa serangga bilang bahwa Semut telah pindah ke negeri seberang dan merintis usaha barunya di sana.

(Terinspirasi oleh dongeng klasik “The Ant and the Grasshoper” oleh Aeosop)

————————————————–

Salam! sekedar memberitahu bahwa saat ini Cerita Inspirasi sudah membuat Page di Facebook. Silahkan klik logo “Cerita Inspirasi on Facebook” yang berada di sisi kanan untuk membuka Page Cerita Inspirasi pada Facebook. Di Page Cerita inspirasi,  rekan-rekan tinggal klik  “Become a Fan” untuk menjadi fans membernya. Setelah menjadi fans member, rekan-rekan akan diberitahu saat ada cerita terbaru di blog ini lewat fasilitas ‘update’ di inbox akun Facebook.

Inbox Update

Selain itu, dengan menjadi fans member rekan-rekan dapat mengoleksi gambar-gambar ilustrasi di blog  – yang akan mulai saya upload di Photo Gallery mulai artikel ini, dengan resolusi penuh tentunya. Terima kasih atas dukungan dan kunjungan rekan-rekan semua di blog ini…

Best Regards,

Joddie.

30 Komentar di “Semut dan Belalang”

 

|
  1. yolis mengatakan:

    waahh.. siph neh.. keren ceritanya mas,, sesuai banget dengan keadaan negara kita sekarang ini…

    btw,, mas jadi apanya neh?! presiden negeri serangga yah?! :p

  2. ivan kavalera mengatakan:

    benar2 cerita inspiratif nih. mantabbs.

  3. guskar mengatakan:

    he..he.. ini yg ikut2n dunia manusia apa dunia serangga sih mas…
    soalnya sama persis tuh sifat belalang dng org2 di negeri saya :P

  4. kang sugeng mengatakan:

    gimana caranya masang blog di facebook kayak gitu mas joddi???

  5. Joddie mengatakan:

    @kang sugeng: coba buka dulu Fan Page Cerita Inspirasi (lewat button di widget kanan blog ini), pada Page tersebut klik aja link “Create a Page for My Business” pada sebelah kiri bawah,.. lalu tinggal ikuti petunjuk selanjutnya.. :)
    @semua: thanks buat kunjungan dan komentarnya yaa..

  6. Dinoe mengatakan:

    Selalu dapat inspirasi dan motivasi disini…makasih ya mas..

  7. elistadyon mengatakan:

    bang jodiieeeeee pagi-pagi mata masih kriyeb2 langsung datang kesini membaca cerita inspirasi,
    “semut di dzolimi belalang ya?”
    (kata yang sering diucapkan para pejabat di tv)hihihi

  8. zujoe mengatakan:

    huehuehue… ilustrasinya ngena banget bang joddie, keren… jadi mikir nih… mikir entar siang makan apa ya??? peyek semut apa belalang goreng?

  9. jhoni mengatakan:

    hehehehe ceritanya mengingatkan kita sama kondisi “mental” orang2 dinegara kita ya yang kadang tidak bisa melihat kesuksesan orang lain!!!!!!

    nice story jod!!!!

  10. nen's; mengatakan:

    asyik juga nih ceritanya.. btw mantan WS (wartawan serangga) ya? hehehe…

  11. elpa mengatakan:

    gitu deh klo ngejailin orang lain pastinya akan kena batunya…kayak belalang uh jahat banget y

  12. Badruz mengatakan:

    belalang kayaknya lebih pendek umurnya dari pada semut mas pada kenyataanyya.

  13. Kuliah Gratis mengatakan:

    Wah……inspiration in this morning

  14. Kre_Thek mengatakan:

    saya sudah gabung kk,

    ^_^

  15. ranny mengatakan:

    hohoho cerita yang menarik..serasa kembali ke dahulu kala sering denger dongeng ^^

  16. elistadyon mengatakan:

    bang sore ini saya datang lagi mau kasih makan semut…hehe boleh kan?

  17. attayaya mengatakan:

    belalang nih serakah ya?

  18. nency christyna mengatakan:

    Ceritanya bagus. Dan lebih bagus klw yang baca para pemimpin kita yg duduk di kursi panas

  19. Itik Bali mengatakan:

    Belalang, mengingatkan kita akan penguasa-penguasa di negeri ini..

    nice story mas..

  20. riska mengatakan:

    Nah inilah yg terjadi di masyarakat kita….selalu iri dg keberuntungan orang lain tapi dia lupa untuk introspeksi pada dirinya sendiri…hihi…

  21. rini mengatakan:

    woww….!!!!
    makasih mas …

  22. gie mengatakan:

    dua sisi yg selalu menghiasi kehidupan…

    salam kenal mas joddie dari anak solo…

  23. wawan mengatakan:

    mas blh di copy ga,buat di taruh di blog saya..

  24. GILANG mengatakan:

    MANTAB .. .. . INILAH SEBUAH CERMIN UNTUK NEGARA KITA !!!

  25. iecha mengatakan:

    gambaran yg sdang trjdi d negri kita.

  26. Dhio Shafiq mengatakan:

    gan kalo mau copy-paste gak bisa ya? soalnya saya ada tugas bahasa indonesia disuruh bikin cerita inspirasi.

    • Ridwan mengatakan:

      wkwkwkwkwk,, mbok yg menghargai yg bikin gitulah,, masax cuma copypaste,, bikin sendiri donk. kan tugasnya disuruh bikin tuh,, bukan disuruh ‘nyontek’ hahaha

 

|

 

 

Tulis Komentar

Copyright © 2010 CeritaInspirasi.net. All rights reserved. Powered by Gravis Web Design