Home ~ Cerita Legenda ~

Hachiko

Hachiko

26 Mar 2009

Blog Cerita Inspirasi Kategori Cerita Legenda

hachiko

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.

Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.

Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.

Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.

Tapi malang, pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.

Lalu bagaimana dengan anjing itu ? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.

Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun – dan sekali lagi – ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.

patunghachikoBeberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja – setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.

Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore – hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.

Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya.

Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini – sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.

Lalu bagaimana dengan aku ? relakah kesetiaan ini dikalahkan oleh seekor anjing ?

(kiriman dari Koji Maruyama)

31 Komentar di “Hachiko”

 

|
  1. Ada Ayrissa mengatakan:

    Joddie,
    saya baru pulang dari Padang, Indonesia…
    Indah tempatnya..

  2. G mengatakan:

    Hmm… ya, saya pernah membaca kisah ini, dan tidak berhenti terkagum2 dengan kesetiaan seekor anjing kepada majikannya. Kita manusia terkadang terlalu banyak maunya sehingga sulit untuk setia. Mungkin itu bedanya ya? Diperlukan kemauan yg lebih keras bagi seorang manusia untuk berlaku setia, justru karena memiliki lebih banyak pilihan.

  3. Tia mengatakan:

    well. kisah menarik yang layak untuk direnungkan…
    Btw, posting2mu rata-rata membangun jiwa. i like that.

  4. Paman Gober mengatakan:

    Jadi ikut sedih dan terkagum-kagum membaca ceritanya :)

  5. mamas86 mengatakan:

    Kayaknya saya pernah lihat filemnya di TV…

  6. bunda mengatakan:

    pernah membaca kisah ini. menjadi cermin bagi manusia dapatkah setia seperti Hachiko
    salam kenal

  7. Joddie mengatakan:

    Yup.. ini memang cerita lama,

    kalo nggak salah aku denger pertama kali waktu masih SMU dulu.. guruku yang ceritain.. sampe sekarang aku masih inget cerita ini, tapi udah lupa detil-detilnya.. trus aku kirim email ke Maru (temen desainer dari Jepang) nanya gimana detilnya.. trus hasilnya ya yg tak posting kali ini…

    btw, this story give me a lot of meaning ..at this time.. hope u too..

    Thanks buat semua komennya yaa…

  8. GembelElite mengatakan:

    T__T
    awalnya gw kira hachiko nama seorang gadis japan,rupanya nama seekor anjing…

    T__T iseng ngetik di goggle mencari film yg plgn mengeesankan,dan byk yg nyebut2 hachiko,iseng2 cari rupanya ceritanya mmng T___T

    top bangetttttt
    keren abisssssss

    gw harus nonton filmnyaaa

  9. GembelElite mengatakan:

    Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.dan tuk memepringatinya setiap tgl 8 april dirayakan sebuah perayaaan di shibuya untuk mengenang hachikoo
    T___T

  10. Sofar (M.Sofarudin) mengatakan:

    Chuuken Hachikou
    Ceritera ini saya pelajari ketika duduk di bangku Kuliah tahun 1985 di Akademi Bahasa dan kebudayaan Jepang – Jakarta (ABKJ), lokasinya sekarang menjadi gedung BEJ sebelah Polda Metro Jaya – Jl Jend. Sudirman Jakarta), kampus itu kini telah menjadi Universitas Dharma Persada, Jl. Raden Inten Jaktim.

    Waktu itu berjudul “Inu no Douzou”….
    Sama persis dengan yang di tuliskan dalam dokumen ini. Thank;s bangeeet….

    n pada kesempatan inipun saya sampaikan bahwa :
    Ceritera Chuuken Hachikou ini akan saya ceriterakan kembali (Story Telling)pada khalayak semua kususnya masyarakat kota Bogor dan sekitarnya pada Japan Festival “BONENKAI” pada Sabtu dan Minggu tanggal 26-27 Desember 2009 di Hotel Salak The Heritage Bogor, Jl Ir.H Juanda no.8 Bogor.

    Datang dan saksikan…. pastinya akan seruuuu.. apalagi anda dan teman2 semua bisa datang…..

    Minna san, kite kudasai…. arigatou nee….

  11. ndha mengatakan:

    kalimat terakhir….
    ya saya juga bertanya pada diri sendiri..
    relakah ?? kesetiaan tanpa syarat, tanpa embel-embel, tanpa paksaan,
    Only God knows…

  12. indra mengatakan:

    SEbuah kesetiaan yang yang hampir ngak mungkin dilakukan oleh manusia.

  13. Ponco Hadiyuniyanto mengatakan:

    === Anjing saja bisa setia, kita sebagai ‘manusia’ yang adalah ciptaan TUHAN yang paling sempurna semestinya malu jika melihat kisah kesetiaan Hachiko yang adalah seekor ‘anjing’

  14. PIPITO mengatakan:

    sangat nengharu biru.melihat film hachiko(richard gere bikin menangis apalagi kalo seandainya hidup pas zaman hachiko aslinya ada tambah ndak karuan sedihnya

  15. rayhan rizkie federer mengatakan:

    wah hachiko emang setia anjing yang sangat setia kita harus mempunyai sifat seperti hachiko aku ikut kagum dan sedih :(

  16. rizki_aditya mengatakan:

    jadi terkagum kagum liat cerita nya

  17. cesar bella fernando mengatakan:

    sedih melihat nya. lebih baik kehilangan teman ketimbang kehilangan anjing yang begitu setia :(

  18. seruni mengatakan:

    saya pernah nonton filmnya, versi barat. hachiko judulnya… sedih bgt!

  19. hervina mengatakan:

    setelah membacanya saya jadi kagum dan meneteskan air mata karena kesetiaan yang ditunjukkan benar2 tulus .. sampai akhir hayat..

  20. BundaNya OneaLL mengatakan:

    SAYA BENAR2 TIDAK MAU DIKLAHAKAN HANYA DENGAN SEEKOR ANJ*NG.,.SAYA AKAN SETIA TAPI BUKAN KARENA INGIN MENGALAHKAN KESETIAAN MITCHIKO KEPADA TUANNYA>,,<LEBIH DARI ITU KARENA KESETIAAN SAYA DATANG DARI HATI BUKAN DARI KISAH INSPIRASI;0

    TERLEPAS DARI ITU,SNJIN* MICHIKO BENAR2 AMAZING^^

  21. Annisa mengatakan:

    kisahnya menyentuh banget…wlaupun cm seekor anjing….

  22. adi mengatakan:

    kisah yg LUAR BIASA…hebat..hebat..top

  23. Lily mengatakan:

    sumpaaah,menyentuh banget.. dan pengen punya anjing kayak gitu ;)

  24. Hafid Rosadi mengatakan:

    Saya Sudah Nonton Filmnya 2 versinya,memang sangat menyentuh sekali kisahnya.

  25. Hanna mengatakan:

    Aq aja smpe nangis nonton filmnya……Aq kgm bgt sma hachiko,dia mempunyai kesetiaan yg luarbiasa..Andai manusia bisa sperti hachiko………..

  26. edward mengatakan:

    kayaknya penulis menceritakan kisah di film sedangkan kisah aslinya tidak seperti itu, tuannya meninggal dalam kecelakaan kereta api, dan satu lagi tahun 1923 sudah ada kereta listrik? yang benar aja.

    • Irwan mengatakan:

      Sepertinya artikel ini sudah ditulis beberapa tahun sebelum film Hachiko dirilis oleh hollywood (bisa dilihat dari tanggalnya), sedangkan cerita ini juga sudah tidak jelas lagi gimana aslinya, banyak sekali versi yang beredar. Kemudian untuk kereta listrik? Mohon pelajari lagi mengenai sejarah perkereta-apian.. :D di Indonesia saja, kalo kamu liat di foto dan film-film dokumenter, sekitar tahun 1910-an pun sudah banyak kereta listrik (trem) berkeliaran di Jakarta (apalagi di Jepang.. :D ). Kereta api listrik pertama dibikin tahun 1837, sekitar 100tahun sebelum Hachiko lahir.. haha.. :D lebih lengkap mengenai sejarah kereta bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_railway_history. Kereta listrik baik yang antar kota maupun interkota (trem) merupakan salah satu angkutan umum yang populer waktu itu. Kereta api itu sendiri termasuk mesin angkut tertua, berawal dari diaplikasikannya mesin uap pada alat berat (sekitar tahun 1800).. lebih tua beberapa puluh tahun dari mobil (yang merupakan ‘penyederhanaan’ dari kereta api).

  27. jasa keren mengatakan:

    sangat menginspirasi sekali cerita hachiko

  28. Joe mengatakan:

    30 menit Pertama aku liat di film ga ada yg menarik namun iseng2 ku lanjutin film nya, ternyata saangat dalam cerita nya saya sangat dgn kesetian anjing seperti itu.

  29. osias ratu mengatakan:

    kita manusia lebih paham tentang apa itu kesetiaan dibandingkan seekor anjing, tapi kenapa anjing masih lebih setia dari pada manusia…?

  30. yoga permadi mengatakan:

    ANJING aja bisa setia,, knp manusia susah amat.

 

|

 

 

Tulis Komentar

Copyright © 2010 CeritaInspirasi.net. All rights reserved. Powered by Gravis Web Design