Diposting tanggal 4 September 2010, dalam kategori Inspired Story
Cerita ini berawal ketika seorang pemuda melamar menjadi cleaning service di sebuah perusahaan. Perawakannya yang kecil sangat mirip dengan anak SMP walaupun usianya sudah dua puluh tahun. Tetapi bukan hanya penampilannya, pemuda itu benar-benar cuma lulusan SMP. Makanya, dia memilih melamar jadi cleaning service saja.
Hari itu adalah hari yang teramat berat bagi mantan anak SMP itu. Pertama-tama ia harus menjalani tes wawancara, kemudian tes penggunaan alat-alat pembersih modern yang tidak ia mengerti, belum lagi tatapan mata para pengawas yang terlihat seperti sangat meremehkan perawakannya yang mirip anak SMP.
Akhirnya tes hari itu pun berakhir, seorang pegawai personalia menemuinya lalu berkata, “Oke, cukup untuk hari ini, tolong isi formulir ini. Jangan lupa untuk mengisi email, karena kami akan mengumumkan hasil tes ini lewat email.”
Diposting tanggal 22 Agustus 2010, dalam kategori Life Tips
Semua pernah mendengar judul di atas. Termasuk aku tentunya. Aku sering menemukan bagaimana rentetan kata-kata “Don’t judge a book by its cover” tersurat di berbagai buku, ceramah, bahkan wikipedia. Wikipedia? yup, menurut wikipedia kata-kata itu bermakna “don’t determine the worth of something based on its appearance” alias jangan menilai sesuatu berdasarkan tampilannya.
Memang, benar atau salahnya ungkapan ini tentunya sangat objektif, bahkan subjektif.. mungkin juga subversif (???). Anyway, beberapa waktu lalu aku menemukan penegasan yang lebih dalam dari ungkapan ini. Coba simak lantunan kata-kata yang masuk di inbox emailku beberapa waktu lalu:
Diposting tanggal 18 Agustus 2010, dalam kategori Inspired Story
Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda.. ^^
Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”
Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.
Diposting tanggal 1 Agustus 2010, dalam kategori Life Tips
Maaf, hanya itu yang bisa aku ucapkan setelah membiarkan Cerita Inspirasi tertidur untuk beberapa waktu. Yup, terhitung lebih dari dua bulan aku alpa untuk meninggalkan kata-kata di sini. Kesibukan memang menjadi faktor utama: pekerjaan rutinku ditambah membanjirnya garapan gravisware.com membuatku ruang waktuku makin sempit.
Huff.. anyway, setidaknya aku bisa kembali meluangkan waktu. Untuk membuka pertemuanku kembali dengan dunia bloging, malam ini aku ingin posting beberapa baris kata karya sahabat yang mampu memberi sedikit pencerahan di tengah derunya waktuku beberapa waktu lalu.
Larik-larik yang cukup sederhana, tapi mampu untuk membuka mataku bahwa hidup bukan hanya untuk terus berlari dan berlari, adakalanya seseorang harus memperlambat langkahnya untuk menoleh ke kanan dan ke kiri, untuk melihat banyak hal yang mungkin telah terlewati… seperti mawar di sudut jalan itu atau kerikil-kerikil kecil yang tersapu oleh langkah-langkah kecil kita.. ^^